RRI.CO.ID, Sanggau – Festival Budaya Sabang Merah dinilai menjadi gambaran kemajemukan masyarakat Kabupaten Sanggau yang terdiri dari berbagai etnis dan paguyuban. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena mengatakan keberagaman tersebut terlihat dari sajian budaya, kuliner khas hingga aksesoris yang ditampilkan selama festival berlangsung.
“Tentunya ini merupakan kemajemukan yang ada di Kabupaten Sanggau yang wajib kita lestarikan budaya dan adat Kabupaten Sanggau,” kata Wabup Susana Herpena di Taman Aronk Belopa Sanggau, Sabtu 24 Oktober 2026.
Wabup Susana menilai, keberagaman yang ditampilkan setiap paguyuban menjadi kekayaan daerah yang perlu dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda. Festival tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarmasyarakat melalui berbagai kegiatan budaya yang melibatkan beragam kelompok etnis.
“Sebagai ajang silaturahmi dan tentunya pelestarian kepada generasi muda dan juga tentunya ini menggerakkan ekonomi yang ke depan tentunya bisa lebih meriah dan menjadi salah satu agenda tahunan dari ikon pariwisata kita.” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, keberadaan stan kuliner dan produk paguyuban turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekhasan budaya masing-masing. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal keberagaman budaya sekaligus menikmati kuliner khas berbagai paguyuban di Kabupaten Sanggau.
“Banyak kuliner khas-khas paguyuban kita bisa nikmati di miniatur Kabupaten Sanggau dalam Festival Budaya Sabang Merah,” ujarnya.
Wabup Susana mengajak masyarakat dari 15 kecamatan di Kabupaten Sanggau serta masyarakat Kalimantan Barat untuk meramaikan festival tersebut. Festival Budaya Sabang Merah 2026 berlangsung pada 24 hingga 29 Oktober dengan melibatkan berbagai paguyuban di Kabupaten Sanggau.
“Pesannya kepada masyarakat untuk 15 kecamatan dan semua masyarakat Kalbar silakan berkunjung dari tanggal 24 hari ini pembukaan nanti malam ada penampilan dari Pasundan yang diikuti oleh beberapa paguyuban sampai dengan tanggal 29,” tutupnya.
