RRI.CO.ID, Sanggau – Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Christina Lisana Nuningsih mengajak masyarakat untuk meramaikan Festival Budaya Sabang Merah 2026 yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 29 Oktober 2026 di kawasan Taman Arong’k Belopa. Ia menyebut, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan keberagaman adat dan budaya dari berbagai etnis kepada masyarakat luas.
“Selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau untuk bersama-sama menyaksikan Festival Budaya Sabang Merah di Arong’k Belopa dari tanggal 24 sampai dengan 29 Oktober 2026. Mari ramai-ramai datang ke sini, kita menyaksikan adat budaya yang menjadi identitas kebanggaan bangsa Indonesia,” ujar Christina Lisana Nuningsih di Sanggau pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, Festival Budaya Sabang Merah tahun ini menjadi pelaksanaan perdana yang menyatukan sejumlah etnis dan paguyuban dalam satu kegiatan. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pengenalan budaya sekaligus menjaga keberagaman tradisi di Kabupaten Sanggau.
“Festival Budaya Sabang Merah ini kan baru yang pertama ya, yang pertama yang kita adakan dalam satu festival untuk beberapa etnis budaya, beberapa paguyuban. Saya berharap bahwa nanti kedepannya festival ini dapat terus berlanjut dan mungkin lebih banyak lagi paguyuban yang bisa bergabung di dalam festival ini,” katanya.
Penyelenggaraan festival diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas keterlibatan berbagai kelompok budaya. Dengan semakin banyaknya paguyuban yang bergabung, keragaman budaya Sanggau dapat diperkenalkan secara lebih luas.
“Tentunya tidak hanya berhenti sampai di sini. Akan banyak lagi kegiatan-kegiatan di tempat lain yang mungkin nanti akan banyak memperkenalkan kembali budaya kepada masyarakat luas,” ucapnya.
Melalui festival ini, ia berharap, masyarakat semakin mengenal dan menghargai kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Sanggau. Keberlanjutan kegiatan juga diharapkan membuka ruang bagi lebih banyak paguyuban untuk menampilkan identitas dan tradisi masing-masing.
