RRI.CO.ID, Sanggau – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Christina Lisana Nuningsih menyampaikan Festival Budaya Sabang Merah 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai etnis di Kabupaten Sanggau. Ia menyebut, kegiatan ini pertama kalinya dilakukan dengan menyatukan beragam paguyuban dalam satu festival budaya.
“Festival Budaya Sabang Merah ini sebenarnya setiap tahun tuh ada untuk masing-masing etnis. Hanya pada tahun ini, kita berkolaborasi menyatukan masing-masing etnis ini dalam satu wadah dengan nama Festival Budaya Sabang Merah Tahun 2026, dan ini merupakan yang pertama,” ujar Christina Lisana Nuningsih di Sanggau pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, festival ini juga bertujuan memperkenalkan keragaman budaya Sanggau kepada generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal berbagai tradisi yang hidup di daerahnya.
“Ini tujuannya adalah memperkenalkan budaya kepada kaum muda, ini loh budaya yang ada di sini, gitu. Jadi budaya yang ada di sini mungkin selama ini yang dikenal hanya ada budaya Melayu, Dayak, dan Tionghoa, ini kita perkenalkan, ada banyak budaya di Kabupaten Sanggau,” ungkapnya.
Ia berharap festival ini dapat berlangsung secara rutin dan menjadi agenda tahunan. Ke depan, paguyuban dari etnis lain juga diharapkan bergabung untuk memperkaya keberagaman budaya yang ditampilkan.
“Nanti mudah-mudahan ke depan ada lagi tambahan taman-etnis-etnis yang lain. Yang bisa bersatu dalam satu paguyuban dan terakomodir dalam kegiatan ini,” katanya.
Ia berharap semakin banyak etnis dan paguyuban yang terlibat dalam Festival Budaya Sabang Merah pada tahun mendatang. Dengan demikian, festival ini dapat terus memperkuat persatuan sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya di Kabupaten Sanggau.
https://rri.co.id/sanggau/budaya/2839220/festival-budaya-sabang-merah-satukan-ragam-etnis-sanggau
